![]() |
| Sampah yang masih bertemupuk di jalan-jalan Kota Batam |
BATAM HARI INI - Sebanyak empat perusahaan dinyatakan lolos pra kualifikasi untuk mengikuti lelang kerjasama pemerintah swasta (KPS) sampah di Batam yang sempat gagal tahun lalu. Ke empat perusahaan yang berasal dari luar Indonesia itu akan memperebutkan proyek pengelolaan sampah, untuk 25 tahun ke depan senilai Rp1,5 triliun.
“Ada empat perusahaan yang akan mengikuti lelang. Empat investor itu, dua dari Jepang dan dua dari China, yang join dengan perusahaan Indonesia. Nilai proyek sekitar Rp 1,5 triliun,” kata Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Batam, Suleman Nababan melalui Ketua Panitia Lelang, Faisal Riza, Jumat (9/5) siang.
ikonsampah2Disebutkan, dua perusahaan Jepang itu bernama SITA Hitz Itochi Batam Consortium dan JFE Engineering Corporation. Sedangkan dari China, Hangzhou Jinjiang Group co.ltd yang join dengan PT Indo Green Power dan, Hangzhou Yuhang Jinjiang Environmental Energy co.ltd, Wuhan Green Environmental Energy co.ltd, Sound Environmental Resources co.ltd join dengan PT. Manggala Purnama Sakti dari Indonesia.
Dimana, tender yang dilakukan khusus untuk pengelolaan teknologi mengubah sampah menjadi energi. “Tidak ikut pengangkutan sampah,” ujarnya.
Menurut dia, proses lelang sampah diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2014. Pelelangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ini hanya untuk bagian hulu TPA saja.
“Sekarang masa sanggah sedang berjalan. Masa sanggahnya 8 sampai 19 Mei 2014,” terangnya Faisal.
Dia mengaku, setelah masa sanggah selesai, pihaknya baru akan membuka penawaran lelang.
Sementara proyeknya diperkirakan mulai tahun depan. Sekarang ini, setelah habis masa sanggah, diminta untuk perusahaan-perusahaan itu, untuk memasukkan penawaran dan dokumennya. “Panitia meminta perusahaan peserta lelang untuk memasukkan penawaran dan dokumen untuk dikaji,” imbuh Faisal
Beberapa waktu lalu, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengungkapkan rencana pihaknya melalui swasta, untuk membangun pengelolaan sampah. Dimana, sampah yang diperkirakan 1.000 ton per hari, akan diolah menjadi energi, dengan teknologi waste to energy, berupa incinerator.
Lelang yang berjalan saat ini merupakan pembukaan lelang, yang kedua, setelah yang pertama gagal. Lelang sampah pertama gagal, setelah hanya ada satu perusahaan yang dinyatakan lolos pra kualifikasi. “Dulu banyak yang ikut, tapi yang lolos pra kualifikasi hanya satu,” sebut Dahlan.
Sementara Faisal menjelaskan, perusahaan yang lolos pada lelang tahun lalu, tetap akan diikutkan pada lelang tahun ini. Termasuk satu dari empat yang lolos pra kualifikasi. Kini, perusahaan-perusahaan itu akan mengikuti tahapan selanjutnya, mulai dari penawaran.”Kalau sudah masa sanggah lewat, peserta bisa memasukkan penawaran,” imbuhnya. (she)
@
Tagged @ Berita Batam.
Tagged @ Pemko Batam


0 komentar:
Posting Komentar - Kembali ke Konten